RADIO KOMUNITAS K FM MAGELANG
GAWE ADEM LAN AYEM
Jln.Muntilan-Dukun,Km 5,Komplek Lantai 2 MTS Aswaja Dukun,Kecamatan Dukun

.

Kicauan @RakomKFM

Selamat Anda Pengunjung Yang Ke-

Translate

Gratis Download Audio Sangkala JRKI

http://rakomkfm.blogspot.com/. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label radio komunitas magelang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radio komunitas magelang. Tampilkan semua postingan

8 Feb 2017

Anggota Polsek Hentikan Kendaraan Bermuataan Berlebih

RakomKFM - Magelang - Kebiasaan petani naik mobil bak terbuka untuk mengangkut jerami terus ditertibkan. Pasalnya, hal ini dinilai membahayakan dan melanggar peraturan lalu lintas.

5 Jun 2016

Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia: Warga Keningar Edukasi Lingkungan Sekitar

Magelang – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Minggu,5 Juni 2016 Anak-anak dan Warga Desa Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang melakukan kegiatan Eduksi dan Penyadaran terhadap mereka akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar khususnya wilayah lereng Gunung Merapi yang mereka tinggali.

Dalam edukasi kali ini salah satu cara yakni menolak ijin pertambangan dengan dasar  keprihatinan dan mirisnya hati masyarakat melihat keadaan wilayah keningar telah rusak parah akibat pertambangan yang serampangan dan sangat tidak manusiawi serta tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk keberlanjutan hidup.

Dalam pers rilsnya oleh salah satu tokoh FMPL ( Forum Masyarakat Peduli Lingkungan) menyebutkan “ Wilayah kami sangat indah bisa hidup guyub rukun dengan alam yang masih alami dan terjaga, akan tetapi ditahun 1996 awal datangnya raksasa besi ( eksxcavtor / beckhoe ) membuat alam kami berubah 180 derajat dan telah memporak-porandakan serta menghancurkan lahan kami yang sangat subur yaitu tanah khas desa”.

“Maka dari itu kami sangat getol untuk menolak pertambangan dan kami akan berusaha menolak tambang sampai titik darah penghabisan” terang Warto yang sebagai warga keningar juga koordinator FMPL

Masyarakat Keningar yang mayoritas mata panca pehariannya adalah Petani yang mengerjakan ladang persawahan di sekitar pemukiman penduduk tentunya membutuhkan aliran air,sedangkan stock mata air mereka di beberapa titik sudah mulai hilang.

Seperti yang di jelaskan Sartono ketua  GaPokTan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Keningar menuturkan “Luas lahan pertaniann yang telah rusak akibat pertambngan telah mencapai 50Ha, tanah wilayah kami menjadi lobang-lobang besar dan kontur tidak beraturan serta hanya tinggal bebatuan limbah tambang pasir membuat kesulitan para peternak untuk mendapatkan asupan pakan hewan-hewan ternak masyarakat kami, yang sangat menyedihkan lagi kenapa penambang begitu meninggalkan saja tanpa menata lahan kembali agar rumput bisa tumbuh lagi”.

“Lapisan tanah subur sudah hilang sehingga untuk memulihkan kembali seperti semula sangat memerlukan waktu yang cukup panjang,mungkin bisa beratus-ratus tahun lamanya. Saya sangat heran kenapa pemerintah hanya diam saja tidak memikirkan rakyatnya dan tidak memikirkan generasi yang akan datang anak cucu cicit kami”, imbuhnya.

“Saya sangat sedih ketika dulu air melimpah tetapi dengan adanya tambang menjadikan beberapa titik mata air mati membuat debit air berkurang sehingga merubah budaya tahunan memanen ikan dikolam-kolamdipekarangan warga  sehari menjelang lebaran, dengan berkurangnya air pada tahun 2005 ,kami berinisiasi untuk mengelola air dengan cara membuat instalasi ke rumah-rumah dengan peralon dan diberi  kran agar orang lebih menghemat air dan mencintai air”, Tegas Warto.

Desa Keningar juga masuk Kawasan Rawan Bencana ( KRB III Ring I ) Gunung Merapi yang berbatasan langsung dengan TNGM ( Taman Nasional Gunung Merapi ) yang seharusnya dikelola dengan baik dan bertanggung jawab tanpa merusak. Dengah harapan masyarakat Keningar bisa hidup nyaman berdampingan dengan Alam secara bijaksana.

_BSN_Rakom K FM Magelang

Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

24 Feb 2016

Kuliah Umum KKBPK Di UMM

Magelang – Pengendalian pertambahan jumlah penduduk di Indonesia terus di galakan melalui sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Salah satunya sosialisasi sejak dini dengan salah satu program yakni Kuliah Umum di Universitas Universitas di Indonesia. Dengan harapan dapat mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia di usia produktif.

Rabu,24 Februari 2016 berlokasi di Universitas Muhamadiyah Magelang (UMM) yang berkerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Tengah mengadakan Kuliah Umum dengan Tema Revolusi Mental Sebagai Dasar Memperkuat Karakter Bangsa Melalui Program Kependudukan ,Keluarga Berencana ,dam Pembangunan Keluarga (KKBPK) Guna Mewujudkan Generasi Muda Yang Berkualitas.

Kuliah Umum ini yang di isi langsung oleh Kepalda BKKBN RI Surya Tjandra Surapati dimulai mukul 14.00 wib di gedung Fakultas Ilmu Kesehatan(FISIP)  Kampus 2 UMM. Kuliah ini di ikuti ratusan Mahasiswa dan Mahasiswi FISIP di damping para dosen pembimbing mereka juga.

Acara yang dihadiri juga Perwakilan BKKBN Provisinis Jawa Tengah, BKKBN Kabupaten Magelang,BKKBN Kota Magelang , Perwakilan Bupati Magelang dan Rektor Universitas Muhamadiyah Magelang.

Dalam Kuliah Umum ini Kepala BKKBN Pusat memaparkan laju pertumbuhan penduduk dari tahunke tahun serta angka kematian ibu melahirkan serta sebab dan akibat, disamping mengingatkan tidak efektifnya pernikahan usia dini dan mengatur rencana berkeluarga dan membangun keluarga yang ideal.

Banyak materi soal kependudukan dan laju perkembangannya yang di paparkan di selingi sesi Tanya jawab dengan para mahasiswa dan mahasiswi ini diharapkan mampu memberikan ilmu yang bermanfaat guna menekan laju pertumbuhan penduduk sejak dini.

-BSN- Radio Komunitas.

Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

8 Jan 2016

Demo Tuntut Tambang Di Tutup,3 Gubug Di Bakar

Magelang - Unjuk rasa warga masyarakat sekitar lokasi penambangan di sungai Bebeng yang masuk wilayah Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang,Jawa Tengah ini menuntut Penambangan  Galian Golongan C ditutup pada Jumat, 8 Januari 2016 yang berlokasi di sekitaran area tambang.

Sekitar 250 massa dengan perwakilan korlap Widodo warga Kemiren srumbung ini, dalam orasinya memberikan tuntutan untuk menutup tambang Galian Gol C ini segera dengan dalih kegiatan tambang ini merusak ekosistem lingkungan hidup terutama tumbuhan  lereng merapi dimana tumbuhan tersebut hasil dari penghijauan oleh Warga dan relawan.

Selain itu dengan adanya penambangan di perkirakan akan mengancam keselamatan waga dari bahaya banjir lahar dingin merapi yang di perkirakan bisa meluap,karena di bagian hulu sungai dilakukan penambangan manual juga yang tergabung dalam CV Sapu Jagad.

Dalam aksi massa ini telah merubuhan dan membakar 3 gubug milik CV Sapu Jagad yang berada di sekitaran lokasi tambang tersebut. Dimana 2 dari gubug yang di bakar yang berfungsi sebagai TPR ( Tempat Pemungutan Retribusi) Truk oleh kelompok Punokawan di daerah Begoadem dan Kondang, sedangkan lainnya gubug biasa yang berguna untuk tempat bermalam ataupun istirahat para penambang.

Kegiatan Unjuk Rasa ini di amankan sekitar 150 personil Kepolisian yang langsung di terjunkan dari Polres Magelang dan di dukung oleh segenap jajaran Polsek Srumbung yang di pimpin langsung ole Kapolres Magelang.

“Bahwa Pihak Kepolisian tidak melarang  kegiatan unjuk rasa ini,silahkan kalau mau menyampaikan aspirasi,namun dengan catatan jangan anarkis”, terang Kapolres Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi  Zain Dwi Nugroho, SH,SIK, MSi, saat ditemui di lokasi.

_Radio Komunitas K FM Magelang_
Bayu Sapta Nugraha


Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

19 Okt 2015

Penambangan Manual Pasir Merapi Di Tutup Aparat

Gabungan Polsek Dukun,Koramil Dukun,Camat Dukun menutup lokasi tambang merapi 19/10/2015 di bantaran sungai blongkeng

Magelang – Penambang manual pasir merapi  di bantaran Sungai Blongkeng di tutup oleh tim gabungan Polsek Dukun,Sapol PP Kab Magelang,Camat Dukun dan Kepala Desa Wates siang tadi Senin 19 Oktober 2015 sekitar pukul 10.00 wib.

Iptu Sujarwanto,SH  Kapolsek Dukun mengungkapkan “Penutupan penambangan ini dikarenakan selama ini kegiatan penambangan belum ada izin dan mendapat komplain dari warga sekitar”.

Banyaknya keluhan masyarakat sekitar lokasi akan adanya proses penambangan tersebut yang di lakukan oleh beberapa warga sekitar lokasi juga,sehingga untuk menjaga kondisi Keamanan Ketertiban Masyrakat (Kamtibmas)   maka pemerintah daerah kabupaten Magelang memerintahkan penambangan untuk di tutup sampai waktu yang belum ditentukan. Sehingga pihak berwajib melakukan penutupan aktivitas tambang ini dan pemasangan portal police laine dijalan menuju lokasi penambangan.

Keberadaan tambang manual yang berlokasi di tanah milik warga yang berada di bantaran sungai Blongkeng  ini sudah beroperasi sejak  Agustus 2015, namun dengan adanya komplain dari warga Dusun Balong,Desa Wates dengan alasan adanya penambangan ini daerah mereka bisa terancam jiwanya apabila terjadi banjir lahar dingin merapi.

Rakom K FM Magelang - Bayu Sapta N
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

12 Okt 2015

Petani Cabe Di Srumbung Aksi Turun Jalan

Magelang – Petani cabe Magelang turun kejalan melakukan aksi unjuk rasa kekecewaan karena harga cabe merosot tajam di pasaran saat ini.

Beberapa waktu yang lalu dimana kita semua mengetahui bahwa harga cabe memang cukup tinggi menembus angka 50 ribu rupiah per kilonya dan mampu meningkatkan kesehjateraan petani cabe di Magelang. Namun saat ini harga cabe di pasaran turun dratis hingga mencapai 5 ribu per kilo gramnya.

Dan secara spontanitas warga Petani di dua Desa di kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang yakni Desa Polengan dan Desa Beringin melakukan aksi unjuk rasa untuk melampiaskan rasa kekecewaan dan kekesealannya karena harga cabe turun draktis dan para petani mengalami banyak kerugian. Dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan Nur Waluyo pada Hari senin 12 Oktober 2015 sekita Pukul  10.00 s/d 11.00 wib yang bertempat di Jalan raya gulon Argosoko tepatnya di Dusun Gejayan ,Desa Polengan,Kec.Srumbung.

Aksi dengan pembacaan orasi juga penyebaran satu karung Cabe berisi kurang lebih lima belas kilo gram di jalan raya ini di jaga ketat oleh jajaran kepolisian Polsek Srumbung,serta di liput puluhan wartawan dari berbagai media.

Rakom K FM- Bayu Sapta N
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

6 Okt 2015

Perempuan Lansia Di Temukan Gantung Diri Di Dapur



Kapolsek beserta jajaran sedang akan melakukan olah TKP
Magelang- Seorang perempuan lansia umur 54 tahun di temukan gantung diri di dapur rumahnya. Korban dengan inisial KS yang ber alamatkan di Dusun Sewukan Tegal, Desa Sewukan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, di temukan sudah tidak bernyawa di dapur rumahnya selasa 6 oktober 2015 pukul 05.00 wib.

2 Okt 2015

Kasus Salim Kancil: Pemetaan Geologi Sangat Penting

#Pendapat : Melihat dan mendengar seorang petani desa yang aktif dan vokal akan penolakan tambang pasir di dekat sawah garapannya menjadi korban penganiayaan dan pembunuhan dari oknum-oknum yang pro akan tambang pasir ilegal. Kasus ini di terjadi di daerah Lumajang Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.  Kasus ini secara cepat booming menjadi berita nasional dan memancing banyak perhatian dari semua kalangan termasuk pemaku kebijakan dari pusat sampai daerah,dengan mulai mencari cari posisi untuk duduk dalam konflik ini untuk menyelesaikannya.

Kasus Salim kancil harus diusut tuntas itu wajib ,tetapi jangan lupa masalah seperti ini harus didudukkan secara bijak. Kasus ini menjadi pelajaran buat semua,terutama Negara jangan sampai absen jika terjadi dikonflik warga sipil dengan warga sipil, warga dengan swasta, warga dengan aparat dan warga dengan Negara sekalipun. Kasus konflik horizontal ini banyak dilandasi masalah agraria masalah tambang energy dengan issue lingkungan.

Dengan demikian wajib kita mendorong kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan pemetaan geologi, tata ruang, konservasi hutan dan fauna, pertanian, pemukiman, perkebunan dll. Pemetaan geologi/tambang dan energi sangat penting menurut saya karena ini yang menyebabkan kasus salim kancil ini terjadi, jika tidak segera diselesaikan pemerintah kejadian ini akan seperti bola salju yang siap meluncur didaerah lain seperti Kulon progo, Batang, Rembang,Magelang,Klaten,Boyolali,Sleman,ataupun Lumajang itu sendiri.

Pemetaan geologi untuk tambang dan energy dari sabang sampai merauke dari Pulau rote sampai miangas akan memetakan dimana letak daerah pertambangan yang boleh ditambang dengan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat seperti amanat UUD 45 pasal 33. Pemetaan harus segera dilakukan oleh Negara dengan melibatkan seluruh elemen bangsa Badan Geologi ESDM, Bakosurtanal, Walhi, TNI/POLRI, Kementrian dan Instansi terkait dan masyarakat. Jangan lagi ada kasus salim kancil lagi. Menurut saya aktivis lingkungan hidup seperti salim kancil harus dilindungi dan juga masyarakat tambang energy pun harus dilindungi oleh Negara.

Negara ini sering lalai dengan tumpang tindih tata ruang dan pemetaan. Ini terjadi karena belum adanya pemetaan geologi dan tata ruang yang sempurna untuk wilayah Indonesia. Jika tidak segera dilakukan Negara ini seakan akan jalan ditempat. Pemetaan geologi tata ruang, UU Minerba dan UU tata ruang segera di revisi. Kembali ke masalah salim kancil ini terjadi tumpah tindih akan tata ruang didaerah sana ada ijin pertambangan, konservasi lingkungan sampai masalah illegal mining ini mejadikan kasus ini terjadi apalagi Negara abai dengan laporan masyarakat. Pembunuhan itu teramat keji dan harus diusut tuntas oleh aparat dan menjadi koereksi terhadap pemerintah tentang tata ruang. Dan menjadikan kritik buat aktivis untuk tidak hanya teriak ‘usut tuntas’ tanpa mendorong pemerintah untuk pemetaan tata ruang.

Dalam tulisan ini saya juga menyoroti krisis listrik karena pembangunan PLTU yang tidak berjalan didaerah batang karena masalah serupa dengan apa yang terjadi di Lumajang. Indonesia bakal menghadapi krisis listrik ditahun 2020. Jika tidak diselesaikan masalah seperi ini akan akan ada hal serupa yang akan dialami penolak – penolak PLTU seperti salim kancil. Pemetaan tata ruang memang sangat dibutuhkan kedepan agar tidak ada lagi masalah2 seperti ini, bagaimana kedaulatan energy, kedaulatan bahan baku mineral dan kedaulatan pangan akan terwujud jika tiap ada proyek pembangunan selalu ada penolakan dengan dalih issue lingkungan yang sering digembar gemborkan tanpa member solusi yang pas.

Akhirnya perlu adanya keseriusan pemerintah untuk segera membuat mapping tata ruang dan UU yang tepat agar kasus salim kancil tidak terulang. Masyarakat juga harus kritis dan smart terhadap kasus-kasus seperti ini yang melibatkan masalah lingkungan hidup, pertambangan, agrarian, energy dll. Kita harus mengawal kasus ini secara tuntas dan menempatkan kasus ini secara bijak.

By : - Fuad Yanuar | Magelang -
Editor : Bayu Sapta N



Diunggah Juga di : www.suarakomunitas.net
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Magelang - Nilai dan semangat kebangsaan dewasa ini telah mengalami degradasi,hal ini disebabkan karena menguatnya arus globalisasi dan kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang mengakibatkan mudahnya masuknya budaya barat. Konflik Sosial,pergaulan bebas ,Narkoba dan lain lain.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bekerja sama dengan Polres Magelang, pada hari Jumat, 02 Oktober 2015 bertempat di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) tegalrejo Magelang, sedangkan Peserta terdiri dari Muspika, Kepala Desa, Linmas, FKPM se Kecamatan Tegalrejo.

Dalam paparan Kapolres Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi Zain Dwi Nugroho, SH,SIK, Msi, menyampaikan “ Tindakan tindakan menyimpang yang bertentangan dengan Agama, Moral dan Etika sehingga sering menimbulkan Konflik antar Beragama,klompok radikal, terorisme,Paham ISIS,perusakan tempat ibadah dan lainya. guna mengantisipasi hal tersebut diperlukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada generasi muda, adapun kempat pilar kebangsaan itu sendiri adalah Pancasila, UUD 1945,NKRII dan Bheneka Tunggal Ika,dimaksud untuk menggali nilai – nilai yang terkandung dalam Empat pilar kebangsaan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara agar dapat dipahami secara utuh, menyeluruh dan berkelanjutan.dengan tujuan Menumbuhkan semangat nilai nilai kebangsaan yang terkandung dalam 4 Konsensus dalam berbangsa dan Bernegara”.

“ Kita wajib dan terus mengingat meneruskan jerih payah para pejuang bangsa yang sudah berjuang dengan Tenaga,jiwa dan material untuk menegakan Negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sehingga kita jangan henti hentinya tetap mempertahankan NKRI dengan meahami Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, dan Bheneka Tugal Ika sebagai Semboyan Negara” petikan sambutan Anggota MPR/DPR RI dari komisi delapan KH Muslich Zaenal Abidin.

Rakom K FM – Bayu Sapta Nugraha
Di unggah juga di : www.suarakomunitas.net
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

Olah Raga Antar Jajaran,Menambah Kekompakan

Magelang- Dalam rangka menjaga sinergitas TNI, Polri, dan PNS Pemerintahan Daerah Kabupaten Magelang pada Hari jumat 2 Oktober 2015, bertempat di halaman Mapolres Magelang dilangsungkan Olah raga bersama.

Olah raga bersama ini di ikuti jajaran Polri, TNI dan PNS. Dan hadir pula dalam kesempatan tersebut Kapolres Magelang , Mayor Inf Dandang Armada.S dari Akmil, Letu Arm Istuchori SH dari Armed 11, Letu Arm Warih W dari Armed 3,Kapten Infantri A Syakir Kodim, Ismu Kuswandari Ka.Dinas i Perhubungan, Margono KA Satpol PP dan Kabag, Kasat, Kapolsek se Kab Magelang serta para Perwira , Brigadir dan PNS, Satu Pleton dari Armed 11, Satu pleton dari Armed 3, Satu Pleton dinas Perhubungan, Satu pleton Satpol PP.

Olah raga bersama ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan lintas sektoral Polri, TNI dan PNS Pemda ( Intansi terkait ) dalam rangka Guna memeliharan Sinergitas dan kerjasama dalam menjaga Situasi yang kondusif di Wilayah Kabupaten Magelang, kegiatan tersebut telah di dahului dengan Upacara / Apel bersama setiap tanggal 17 an dengan tempat dan Inspektur Upacara secara bergantian, sehingga dengan banyaknya kegiatan bersama kita bisa saling mengenal dan meningkatkan silahturahmi.

Senam Aerobik menjadi olah raga bersama kali ini,serta beberapa Lomba dengan memasukan Bola dengan Bambu, Balap Karung, dan berjalan bersama dengan Gabyak. Hal tersebut adalah salah satu olah raga yang memerlukan kekompakan dan kebersamaan perserta,sehingga secara otomatis terjalin kebersamaan semua peserta.

Rakom K FM- Bayu Sapta Nugraha
Di unggah juga di : www.suarakomunitas.net
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

11 Sep 2015

Kurir Sabu di Tangkap Di Magelang

Magelang- Adanya kegiatan operasi rutin oleh jajaran Polres Magelang akhir akhir ini mampu mengurangi kejadian tindak Kejahatan di wilayah Polres Magelang.

Seperti halnya yang dilakukan pada Kamis 10 September 2015 sekitar pukul 23.45 Wib yang berlokasi di Family Swalayan Mertoyudan Magelang Sat Reskrim Narkoba Polres Magelang dalam Operasi Kepolisian yang langsung mana para perwira langsung ikut terjun dalam operasi tersebut yakni Pengendali Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Eko Sambodo, Pawas Polres Magelang AKP Rahmad Efendi S Sos, Kapolsek Mertoyudan AKP Sugiyanto SH, Kapolsek Tegalrejo AKP Rinto, Kapolsek Pakis IPTU Suwidodo, Kapolsek Candimulyo AKP Mudiyanto , KBO sabhara IPTU Dimas dan 47 anggota polres serta Polsek distrik Tegalrejo.

Kasubbag Humas AKP Edy Sukrisno dalam jumpa persnya mengungkapkan “ Dalam mencegah Kejahatan guna melindungi Masyarakat Kepolisian Res Magelang telah mengadakan salah satu kegiatan rutin berupa Operasi Kepolisian yang di tingkatkan ( Gabungan ) dengan sasaran narkoba, sajam, bahan peledak, curas/curat dan pelanggaran / penyakit masyarakat lainnya”.

“ Dalam operasi tersebut Kepolisian telah menindak pelanggar lalulintas dengan barang bukti Ranmor Roda dua jumlah 3, STNK 10, dan sim 6, juga menangkap salah satu tersangka Kurir dan Barang bukti Narkoba gol I jenis Sabu sabu yang saat itu dari keterangantersangka mau diantar ke Yogjakarta”,Terang Kasubbag Humas Polres Magelang.

Sedangkan Kasat Reserse Narkoba Polres Magelang AKP Eko Sambodo S.Sos menjelaskan kronologi penangkapan tersangka kurir sabu ini yakni “Saat Operasi Kepolisian yang di tingkatkan telah berhasil mengamankan / menangkap Kurir Narkoba beserta barang Bukti Narkoba Gol I jenis Sabu sabu seberat 50 gram seharga kurang lebih Rp. 70.000.000,-(tujuh puluh juta rupiah) yang terbungkus lakban coklat dan dimasukan dalam kardus makanan ringan dengan tersangka berinisial SP (residivis)yang beralamatkan Kemirirejo , Magelang Tengah”.

Ternyata tersangka merupakan Residivis masih dalam BP ( Bulan Pengawasan ) selama enam bulan setelah menjalani hukuman selama 18 Bulan dengan kasus yang sama. Dari keterangan tersangka barang tersebut diambil di Semarang yang sedianya mau di kirim ke Yogjakarta, Tersangka yang saat itu lewat TKP dengan mengendari sepeda motor mengetahui adanya operasi dia berhenti dan melarikan diri meninggalkan sepeda motor di tengah jalan, dengan sigap petugas melakukan pengejaran dan saat mau di tangkap tersangka melakukan perlawanan kepada petugas Kepolisian, namun ahkirnya petugas bisa menangkap tersangka dan barang bukti utuk selanjutnya di bawa ke Polres Magelang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Dengan pelanggaran hukum ini tersangka di jerat dengan pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.
- Bayu Sapta . N ( Rakom K FM Magelang )
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

29 Jul 2015

PEMBUKAAN INTERNATIONAL OLIMPIAD ON ASTRONOMI AND ASTROPHYSYCS( IAAO) TAHUN 2015

Magelang  - Senin 27 Juli 2015 sekitar pukul 20.30 s/d 22.30 wib, bertempat di Lapangan Asobya Komplek Taman Candi Borobudur telah dilaksanakan Upacara Pembukaan International Olimpiad On Astronomi And Astrophysycs ( IAAO) Tahun 2015, kegiatan di buka langsung oleh
Menteri Pendidikan RI Anies Bawasden,Ph.d .

28 Jul 2015

Halal Bi Halal Lintas Agama di Magelang

Magelang – Masih dalam suasana hangat Hari Raya Idul Fitri tahun ini , dan berkembangan isu intoleransi antar umat beragama di Indonesia yang dapat mengancam stabilitas keamanan NKRI , maka diadakan sebuah acara guna mempererat tali silaturahmi antar sesama oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Magelang.

Polres Magelang Amankan Pengguna Narkoba Jenis Shabu

Magelang – Narkoba selama ini memang menjadi musuh utama masyarakat Indonesia, karena efeknya memang sangat buruk bagi masyarakat Indonesia khususnya generasi penerus bangsa yakni kaum pemuda dan pemudi.

17 Apr 2015

Warga Lereng Merapi Jalan Santai Sambut Hari Lahir RA Kartini

Magelang – Dalam rangka menyambut hari lahir RA Kartini 21 april 2015 salah satu Kelompok PKK Desa di lereng Merapi,  melaksanakan kegiatan jalan santai dan senam jatung sehat dengan masyarakat desa dan perwakilan siswa-siswi sekolah yang ada di lingkup Desa.

3 Mar 2015

HASIL SOSIALISASI LIGA NUSANTARA BABAK PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2015

Liga Nusantara siap Di gelar awal bulan April 2015 untuk wilayah Jawa Tengah,semua tim telah mulai berbenah . Dari cuplikasikan FPsalah satu kelompok seporter di Jawa Tengah,merekatelah berbagi informasi seputar update Liga Nusantara wil jawa tengah yakni sebagai berikut:
Tercatat 26 klub calon peserta Liga Nusantara Babak Provinsi Jateng Tahun 2015. Jika nanti pesertanya hanya 18 klub, maka skema yang akan digunakan adalah:

1 Mar 2015

Ratusan Botol Miras Disita Polres Magelang

Magelang – Peredaran Minuman Keras (Miras) di wilayah Magelang sudah banyak meresahkan masyarakat,karena karena penyalah gunaan miras bisa muncul konfil kriminal di kalangan masyarakat,sehinggan jaran Polres Magelang melakukan penertiban dan raaia premanisme.

3 Nov 2014

Super Boy “Ndeso” dan Implementasi UU Desa

Ilustrasi belum berimbangnya antara Hak dan
Kwajiban yang diterima Perangkat Desa
Implementasi pelaksanaan undang – undang No 6 tahun 2014 tentang desa hingga kini belum jelas kapan waktunya, bahkan hingga menjelang senja di tahun 2014 ini pun juga belum nampak tanda – tanda kejelasanya.

Masyarakat desa yang sudah terlanjur menelan mentah – mentah menu baru “1 Millyar per Desa per Tahun,” terus menanyakan itu kepada “Super Boy – Super Boy” terdekatnya yang dianggap tahu dan paham akan mimpi indah tersebut.

Ya, Super Boy yang saya maksud itu adalah Perangkat Desa, orang kedua setelah Kepala Desa yang paling dianggap akan menikmati dan bergelimang dengan Uang 1 Millyar yang hingga kini belum jelas kapan akan mengalir ke desa kita.

Tak dapat dipungkiri, bahwa mewabahnya faham “1 Millyar per Desa per Tahun,” juga merupakan efek politis dari bergulirnya pemilu presiden dan wakil presiden yang dihelat pada pertengah tahun 2014 kemarin.

Kedua pasangan calon saling klaim tentang “menu” baru masyarakat desa itu, hal ini tak ayal membuat daya juang masyarakat yang semula rela berjuang tanpa pamrih demi kemajuan desa tercinta, sontak membuat sebagian berubah menjadi “profit oriented,”

“Nek ndesone dewe ki umpomo ono 10 dusun, berarti mulai tahun sesuk, pendak tahun sak dusun entuk satus juta to?,” Tanya seorang warga kepadaku, duh.

Padahal perlu diketahui, bahwa dari bocoran penetapan alokasi dana desa tahun anggaran 2015 untuk kabupaten/kota se-indonesia yang saya dapat dari webside kementrian keuangan RI, Kabupaten Magelang, pada tahun 2015 nanti baru akan mendapat alokasi dana desa sebesar Rp 50.084.231.233(Lima puluh millyar, delapan puluh juta, dua ratus tiga puluh satu ribu, dua ratus tiga puluh tiga rupiah).

Coba saja dihitung, jika jumlah Desa di Kabupaten Magelang terdapat 367 Desa, maka jikalau dibagi rata, setiap desa mungkin rata – rata hanya akan menerima Rp 136 juta lebih sedikit. Berarti kan masih sangat jauh dari nominal Rp 1 Millyar.

Memang sih, “konon katanya” jumlah tersebut nantinya masih akan ditambah dengan dana dari Provinsi dan Kabupaten, namun keyakinan saya tetap masih belum akan sampai 1 M.

Pemerintah melalui Kementrian dalam negeri memang telah memberikan penjelasanya, bahwa pada tahun pertama, Desa baru akan diberikan separuh dari jumlah yang sebelumnya telah di dengung - dengungkan itu.

Akan tetapi masyarakat sudah terlanjur menancapkan keyakinanya, bahwa tahun 2015 besok, Desanya tercinta akan mendapat guyuran “1 Millyar per Desa per Tahun,”.

Sedikit saya bercerita disini, dari data yang ada pada kami, Desa Srumbung, pada tahun 2013 kemarin ternyata dalam satu tahun telah menerima bantuan baik yang bersumber dari Pusat, Provinsi, dan Kabupaten, seluruhnya mencapai total satu millyar seratus juta lebih, angka itu terdiri dari berbagai macam jenis bantuan, baik aspirasi, bantuan gubernur, bantuan bupati, dana bawahan, PNPM, PPIP dll.

Juga masih ditambah dengan Tunjangan Tetap Perangkat Desa (TPP) yang jumlahnya juga mencapai Rp 250 juta lebih setahun.

Ini artinya, bagi Desa Srumbung dana 1 Millyar per Desa per Tahun, bukanlah sebuah mimpi yang terlalu indah untuk dinantikan, karena tahun 2013 saja, yang sama sekali belum berbau UU Desa, ternyata Desa Srumbung telah berhasil melaksanakan program senilai lebih dari 1 M.

Yang ingin kami tekankan disini, justru dengan berlakunya UU Desa no 6 Tahun 2014 tersebut, nantinya Pemerintah Desa (Kepala Desa dan Perangkatnya) harus pandai – pandai dalam melaksanakan amanat alokasi dana desa tersebut.

Apabila sebelumnya Desa hanyalah sebagai Obyek dari program pemerintah, maka 2015 nanti, Desa akan menjadi Subyek dari kebijakan pembangunan desa. Sebagai subyek jelas ini akan menambah beban tanggung jawab yang harus dipikul oleh beberapa orang “Super Boy Ndeso” tersebut.

Minimnya pengetahuan dan SDM yang ada, jelas menjadi celah ketidak pecusan bagi para aparat abdi masyarakat desa ini.

Bayangkan saja, semua aspek dari soal Perencanaan, Monitoring, Pertanggungjawaban dan hingga Evaluasi program, yang sebelumnya ditangani oleh para sarjana – sarjana pegawai negri yang pandai dan sangat master itu, kini mau tidak mau, suka – tidak suka, harus dipikul oleh para perangkat desa yang mungkin pendidikanya hanya sampai SMA, atau bahkan hanya SMP.

Namun demikian, Pelatihan, Diklat, serta kumpulan dan penyampaian materi tentang petunjuk teknis pelaksanaan implementasi undang – undang desa yang terus diselenggarakan oleh semua pihak, akan terus kami ikuti, pahami dan cermati.

Seberat dan sebesar apapun tanggung jawab dan beban pekerjaan yang akan di sematkan di punggung Perangkat Desa, akan tetap kami terima dengan suka cita, demi terwujudnya masyarakat Desa yang Hebat dan Sejahtera.

Akhirnya, kami selaku yang diberi amanat di Pemerintahan Desa hanya berharap, peran serta aktif masyarakat dalam memajukan dan melaksanakan amanat undang – undang yang “Katanya” akan segera di realisasikan.

Perangkat Desa juga manusia, mereka adalah Suami anda, Istri anda, orang tua anda, keluarga anda, tetangga anda, bahkan mungkin anda sendiri Perangkat Desa, yang tak luput dari kekurangan, khilaf dan dosa.

“JAYALAH MASYAKAT DESA, KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN ADA DI TANGAN KITA BERSAMA”


Penulis: Ahmad Muslim* 
*Kepala Seksi Pembangunan 
Desa Srumbung, Kec. Srumbung, 
Kab Magelang
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

Sumber : PEMDES SRUMBUNG

31 Okt 2014

Lapangan Balai Desa Dukun Banjir Crosser

Dukun – Area merapi yang cukun menawan dan indah menarik banyak komunitas melakukan kegiatan di daerah lereng merapi ini,khusunya wilayah kecamatan Dukun,Kab.Magelang. Salah satu komunitas pecinta motor cross ini tertarik untuk berkegiatan karena banyak medan yang cukup menantang.

Medan terjal di kawasan sungai maupun bekas lokasi penambangan pasir Merapi menjadi daya tarik sendiri untuk ribuan crosser se-Jawa-Bali ikut ajang MerapiBangkit Adventure untuk unjuk gigi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (12/10/2014).

29 Okt 2014

JRKI dan SangkalaJRKI di JMR2014

Yogyakarta – JMR 2014 ( Jagongan Media Rakyat ) ada sebuah event 2 tahunan yang di selenggarakan oleh Mitra Kerja JRKI (Jaringan Radio Komunitas Indonesia) yakni sebuah NGO yang berada di Yogyakarta yakni Combine Resorce Institution. Dan dalamtahun 2014 ini bertajub Berkumpul,Berbagi dan Bergerak.

Streaming K FM

Artikel Sering Dikunjungi

 
Copyright © 2011. Rakom K FM MAGELANG: radio komunitas magelang . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News