RADIO KOMUNITAS K FM MAGELANG
GAWE ADEM LAN AYEM
Jln.Muntilan-Dukun,Km 5,Komplek Lantai 2 MTS Aswaja Dukun,Kecamatan Dukun

.

Kicauan @RakomKFM

Selamat Anda Pengunjung Yang Ke-

Translate

Gratis Download Audio Sangkala JRKI

http://rakomkfm.blogspot.com/. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label merapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merapi. Tampilkan semua postingan

5 Jun 2016

Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia: Warga Keningar Edukasi Lingkungan Sekitar

Magelang – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia Minggu,5 Juni 2016 Anak-anak dan Warga Desa Keningar Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang melakukan kegiatan Eduksi dan Penyadaran terhadap mereka akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar khususnya wilayah lereng Gunung Merapi yang mereka tinggali.

Dalam edukasi kali ini salah satu cara yakni menolak ijin pertambangan dengan dasar  keprihatinan dan mirisnya hati masyarakat melihat keadaan wilayah keningar telah rusak parah akibat pertambangan yang serampangan dan sangat tidak manusiawi serta tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk keberlanjutan hidup.

Dalam pers rilsnya oleh salah satu tokoh FMPL ( Forum Masyarakat Peduli Lingkungan) menyebutkan “ Wilayah kami sangat indah bisa hidup guyub rukun dengan alam yang masih alami dan terjaga, akan tetapi ditahun 1996 awal datangnya raksasa besi ( eksxcavtor / beckhoe ) membuat alam kami berubah 180 derajat dan telah memporak-porandakan serta menghancurkan lahan kami yang sangat subur yaitu tanah khas desa”.

“Maka dari itu kami sangat getol untuk menolak pertambangan dan kami akan berusaha menolak tambang sampai titik darah penghabisan” terang Warto yang sebagai warga keningar juga koordinator FMPL

Masyarakat Keningar yang mayoritas mata panca pehariannya adalah Petani yang mengerjakan ladang persawahan di sekitar pemukiman penduduk tentunya membutuhkan aliran air,sedangkan stock mata air mereka di beberapa titik sudah mulai hilang.

Seperti yang di jelaskan Sartono ketua  GaPokTan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Keningar menuturkan “Luas lahan pertaniann yang telah rusak akibat pertambngan telah mencapai 50Ha, tanah wilayah kami menjadi lobang-lobang besar dan kontur tidak beraturan serta hanya tinggal bebatuan limbah tambang pasir membuat kesulitan para peternak untuk mendapatkan asupan pakan hewan-hewan ternak masyarakat kami, yang sangat menyedihkan lagi kenapa penambang begitu meninggalkan saja tanpa menata lahan kembali agar rumput bisa tumbuh lagi”.

“Lapisan tanah subur sudah hilang sehingga untuk memulihkan kembali seperti semula sangat memerlukan waktu yang cukup panjang,mungkin bisa beratus-ratus tahun lamanya. Saya sangat heran kenapa pemerintah hanya diam saja tidak memikirkan rakyatnya dan tidak memikirkan generasi yang akan datang anak cucu cicit kami”, imbuhnya.

“Saya sangat sedih ketika dulu air melimpah tetapi dengan adanya tambang menjadikan beberapa titik mata air mati membuat debit air berkurang sehingga merubah budaya tahunan memanen ikan dikolam-kolamdipekarangan warga  sehari menjelang lebaran, dengan berkurangnya air pada tahun 2005 ,kami berinisiasi untuk mengelola air dengan cara membuat instalasi ke rumah-rumah dengan peralon dan diberi  kran agar orang lebih menghemat air dan mencintai air”, Tegas Warto.

Desa Keningar juga masuk Kawasan Rawan Bencana ( KRB III Ring I ) Gunung Merapi yang berbatasan langsung dengan TNGM ( Taman Nasional Gunung Merapi ) yang seharusnya dikelola dengan baik dan bertanggung jawab tanpa merusak. Dengah harapan masyarakat Keningar bisa hidup nyaman berdampingan dengan Alam secara bijaksana.

_BSN_Rakom K FM Magelang

Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

8 Jan 2016

Demo Tuntut Tambang Di Tutup,3 Gubug Di Bakar

Magelang - Unjuk rasa warga masyarakat sekitar lokasi penambangan di sungai Bebeng yang masuk wilayah Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang,Jawa Tengah ini menuntut Penambangan  Galian Golongan C ditutup pada Jumat, 8 Januari 2016 yang berlokasi di sekitaran area tambang.

Sekitar 250 massa dengan perwakilan korlap Widodo warga Kemiren srumbung ini, dalam orasinya memberikan tuntutan untuk menutup tambang Galian Gol C ini segera dengan dalih kegiatan tambang ini merusak ekosistem lingkungan hidup terutama tumbuhan  lereng merapi dimana tumbuhan tersebut hasil dari penghijauan oleh Warga dan relawan.

Selain itu dengan adanya penambangan di perkirakan akan mengancam keselamatan waga dari bahaya banjir lahar dingin merapi yang di perkirakan bisa meluap,karena di bagian hulu sungai dilakukan penambangan manual juga yang tergabung dalam CV Sapu Jagad.

Dalam aksi massa ini telah merubuhan dan membakar 3 gubug milik CV Sapu Jagad yang berada di sekitaran lokasi tambang tersebut. Dimana 2 dari gubug yang di bakar yang berfungsi sebagai TPR ( Tempat Pemungutan Retribusi) Truk oleh kelompok Punokawan di daerah Begoadem dan Kondang, sedangkan lainnya gubug biasa yang berguna untuk tempat bermalam ataupun istirahat para penambang.

Kegiatan Unjuk Rasa ini di amankan sekitar 150 personil Kepolisian yang langsung di terjunkan dari Polres Magelang dan di dukung oleh segenap jajaran Polsek Srumbung yang di pimpin langsung ole Kapolres Magelang.

“Bahwa Pihak Kepolisian tidak melarang  kegiatan unjuk rasa ini,silahkan kalau mau menyampaikan aspirasi,namun dengan catatan jangan anarkis”, terang Kapolres Magelang Ajun Komisaris Besar Polisi  Zain Dwi Nugroho, SH,SIK, MSi, saat ditemui di lokasi.

_Radio Komunitas K FM Magelang_
Bayu Sapta Nugraha


Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

12 Des 2015

Gelar Budaya dan Potensi Desa Lereng Merapi Siap Di Gelar

Magelang – Semangat pemuda pemudi harapan bangsa di bidang kesenian masih terus di galakan untuk mempertahankan kebudayaan lokal,serta kepedulian akan kemajuan desa juga di kolaborasikan dalam semangat ini.

Salah satunya semangat Pemuda Pemudi yang tergabung di Karang Taruna Manunggal Karsa Desa Dukun,Kecamatan Dukun,Kab.Magelang,Jawa Tengah sedang sibuk mempersiapan agenda tahunan yakni Gelar Budaya dan Potensi Desa Jilid II pada tahun 2015 ini. Di mana acara akan dilaksanakan  hari Sabtu-Minggu Tanggal 19-20 Desember 2015 yang berlokasi di Lapangan Desa Dukun,Kecamatan Dukun.

Agenda kali ini di adakan guna melestarikan kebudayaan lokal dan memperkenalkan potensi Desa Dukun khususnya serta Desa Desa lain di Kecamatan Dukun yang terkonsep pada stand pameran UMKM masyarakat lereng Merapi ini. Yang akan di isi pentas seni dari beberapa wilayah Kecamatan Dukun serta hiburan lainnya.

Selain agenda Gelar Budaya dan Potensi Desa ini akan ada acara menarik lainya yakni Resik Kali ( Bersih Sungai ) serta penanaman pohon aren sebagai resapan air masa depan yang di laksanakan oleh masyarakat sekitar sungai,Siswa Siswi perwakilan sekolahan di area Desa Dukun dari tingkat SD-SMA sekaligus menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini,serta perangkat desa dan muspika. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan Sabtu pagi 19 Desember 2015 di sungai kretegan.

Setelah acara Bersih Sungai akan dilanjutkan ritual jawa untuk menghargai mata air yang masih mengalir sebagai berkah dari Tuhan YME , ritual ini bertajuk “Mbangung Asmara Tirto” yang bermakna membangkitkan rasa cinta terhadap air dalam waktu kapanpun,serta air menjadi salah satu sumber kehidupan manusia. Ritual ini rencana akan dilaksanakan di Sendang Ringin di Dusun Tegalsari,Desa Dukun,Kecamatan Dukun deengan konsep jawa kuno yang mana air yang berasal dari mata air akan di masukan dalam kendi dan diarak menuju lapangan desa.

Kesenian yang akan ikut memeriahkan gelar budaya ini adalaha Dadung awuk,Topeng ireng,Campur Anak ,Reog Ponorogo,Kubro siswo. Serta untuk live musik akan di isi Keroncong lokal serta musik regge.


Untuk pameran sendiri akan di ikuti stand dari 18 Dusun di Desa Dukun,14 perwakilan Desa di Kecamatan Dukun,serta beberapa stand umum yang mendaftar.

Kegiatan ini di prakasai oleh Karang Taruna Manunggal Karsa Desa Dukun berkerja sama dengan Pihak Desa Dukun dan LPMD Dukun dan di dukung oleh beberapa sponsor.

Rakom K FM Magelang – Bayu Sapta Nugraha
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

26 Nov 2015

Kerangka Manusia Di Temukan Di Hutan Merapi

Kerangka Kepala yang ditemukan di Hutan Merapi. Doc Polsek Dukun  
Magelang – Penemuan kerangka manusia di hutan lereng merapi sisi barat ini menggegerkan masyarakat Ngargomulyo,Kecamatan Dukun,Kabupaten Magelang Jawa Tengah pada Kamis 26 November 2015 pada sore menjelang malan.

Kerangka manusia yang terdiri dari Tengkorak kepala, tulang iga dan sebagian tulang kaki serta jerohan dan sedikit beberapa helai rambut menempel di beberapa titik kerangka itu di temukan di Hutan Tegal Tempel masuk di atas Dusun Ngandong,Desa Ngargomulyo,Kecamatan Dukun,Magelang pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 wib oleh salah warga bernama Yayuk yang sedang mencari burung di sekitaran lokasi penemuan kerangka.

Dari keterangan Yayuk yang di kumpulkan oleh jajaran Polsek Dukun mengungkapkan saat dia mencari burung mencium bau busuk dan melihat beberapa kerangka manusia yang sudah terpisah. Selanjutnya Yayuk melaporkan ke  Kepala Desa Ngargomulyo  dan di teruskan ke Polsek Dukun.

Kapolsek Dukun Iptu sudajarrwanto,SH, setelah mendapatkan laporan jam.19.00 wib bersama anggota dan Tim Indentifikasi Polres Magelang di pimpin leh Kasat Reskrim AKP I Rindi Wicaksono mendatangi lokasi penemuan kerangka untuk melaksakan olah TKP dan Indentifikasi tulang tulang yang ada dan di dampingi dokter dari Puskesman Dukun.

Iptu Sudjarwanto,SH saat di lokasi menuturkan kepada awak media “ Bahwa Diketemukan Tengkorak kepala, tulang iga , tulang belakang,jerohan dan sedikit rambut yang posisi satu dengan yang lainya sudah terpisah,sehingga tim Indentifikasi Polres Magelang dan Dokter dari Puskesmas Dukun kesulitan untuk menetukan jenis kelamin kerangka tersebut”.

“Diterangkan jenis kelamin kerangka tersebut  diperkirakan berjenis kelamin perempuan dab nerkisar usia 40 tahun, dan meninggal kurang lebih tiga puluh hari” terang  Kepala Puskesmas Dukun dr Eddy.

Setelah proses indentifikasi selesai dan kerangka dikumpulkan jadi satu ,kerangka tersebut di serahkan ke pihak Kepala Desa Ngargomulyo untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Dusun Kalibening,Desa Kalibening,Kecamatan Dukun,Kab.Magelang Jawa Tengah.

Rakom K FM – Bayu Sapta Nugraha
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

5 Nov 2015

Kembali Kecelakaan Tambang Merapi Memakan Korban Jiwa

Magelang- Kembali kecelakan tambang pasir merapi terjadi dan menimbulkan korban meninggal dunia pada hari rabu 04 November 2015 sekitar pukul 11.00 wib.

Lokasi penambangan di daerah  Kondang,Kemiren,Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Jawa Tengah, dimana penambang tertimpa tebing yang longsor saat melakukan aktivitas penambangan pasir.

Kejadian ini memakan 1 korban meninggal dunia dan 1 korban luka ringan,untuk korban meninggal atas nama Heny Chayo Ismanto umur 43 tahun yang beralamatkan di Dsn.Tosaren,Ds.Kradenan,Kec.Srumbung,Kab.Magelang. Sedangkan korban luka ringan atas nama Muh Rridwan umur 47 tahun dengan alamat satu kampung dengan korban meninggal dunia.

Menurut keterangan saksi yang di himpun oleh Jajaran Kepolisan Sektor Srumbung kronologis kejadian dimana korban dan saksi sedang mencari pasir ,korban dan saksi sedang menggali di bawah tebing dan tiba-tiba tebing diatasnya dengan ketinggian kurang lebih 3 meter longsor dan menimpa korban.

Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi kejadian ini murni kecelakaan kerja. Dan selanjutnya korban di serahkan keluarga untuk di makamkan.

Rakom K FM Magelang- Bayu Sapta Nugraha
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

19 Okt 2015

Penambangan Manual Pasir Merapi Di Tutup Aparat

Gabungan Polsek Dukun,Koramil Dukun,Camat Dukun menutup lokasi tambang merapi 19/10/2015 di bantaran sungai blongkeng

Magelang – Penambang manual pasir merapi  di bantaran Sungai Blongkeng di tutup oleh tim gabungan Polsek Dukun,Sapol PP Kab Magelang,Camat Dukun dan Kepala Desa Wates siang tadi Senin 19 Oktober 2015 sekitar pukul 10.00 wib.

Iptu Sujarwanto,SH  Kapolsek Dukun mengungkapkan “Penutupan penambangan ini dikarenakan selama ini kegiatan penambangan belum ada izin dan mendapat komplain dari warga sekitar”.

Banyaknya keluhan masyarakat sekitar lokasi akan adanya proses penambangan tersebut yang di lakukan oleh beberapa warga sekitar lokasi juga,sehingga untuk menjaga kondisi Keamanan Ketertiban Masyrakat (Kamtibmas)   maka pemerintah daerah kabupaten Magelang memerintahkan penambangan untuk di tutup sampai waktu yang belum ditentukan. Sehingga pihak berwajib melakukan penutupan aktivitas tambang ini dan pemasangan portal police laine dijalan menuju lokasi penambangan.

Keberadaan tambang manual yang berlokasi di tanah milik warga yang berada di bantaran sungai Blongkeng  ini sudah beroperasi sejak  Agustus 2015, namun dengan adanya komplain dari warga Dusun Balong,Desa Wates dengan alasan adanya penambangan ini daerah mereka bisa terancam jiwanya apabila terjadi banjir lahar dingin merapi.

Rakom K FM Magelang - Bayu Sapta N
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

17 Apr 2015

Warga Lereng Merapi Jalan Santai Sambut Hari Lahir RA Kartini

Magelang – Dalam rangka menyambut hari lahir RA Kartini 21 april 2015 salah satu Kelompok PKK Desa di lereng Merapi,  melaksanakan kegiatan jalan santai dan senam jatung sehat dengan masyarakat desa dan perwakilan siswa-siswi sekolah yang ada di lingkup Desa.

31 Okt 2014

Lapangan Balai Desa Dukun Banjir Crosser

Dukun – Area merapi yang cukun menawan dan indah menarik banyak komunitas melakukan kegiatan di daerah lereng merapi ini,khusunya wilayah kecamatan Dukun,Kab.Magelang. Salah satu komunitas pecinta motor cross ini tertarik untuk berkegiatan karena banyak medan yang cukup menantang.

Medan terjal di kawasan sungai maupun bekas lokasi penambangan pasir Merapi menjadi daya tarik sendiri untuk ribuan crosser se-Jawa-Bali ikut ajang MerapiBangkit Adventure untuk unjuk gigi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (12/10/2014).

20 Okt 2014

Pendakian Merapi Massal Bersama Jalin Merapi

Jalin Merapi - Erupsi gunung merapi besar terjadi 4 tahun yang lalu ,2010 pada bulan Oktober ini. Trauma dan ingatan masih terlukis jelas dalam benak para warga dan para relawan merapi sampai saat ini. Tetapi kita tidak perlu takuti akan hal tersebut karena memang kita hidup di area bencana yang penuh ancaman,kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan soal mitigasi bencana agar lebih siap jika sewaktu-waktu bencana akan terjadi khususnya merapi yang tak pernah ingkar janji.

21 Sep 2014

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 12-18 September 2014

 LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal
12-18 September 2014
I. HASIL PENGAMATAN
 Cuaca cerah di sekitar G. Merapi terjadi pada pagi dan malam hari,  sesekali pada sore hari, sedangkan siang banyak kabut. Asap solfatara tampak berwarna putih, umumnya tipis, bertekanan lemah tinggi maksimal 375 m diukur dari Pos Kaliurang pada tanggal 12 September 2014 pukul 10.10 WIB.
 
   Gambar 1. Survey pengamatan Kawah Gunung Merapi pada tanggal 14 September 2014.
   Survei pengamatan di puncak G. Merapi tanggal 14 September 2014 terjadi perubahan morfologi kubah lava 2010 pada sisi timur laut, terdapat lubang (gambar inset), dimana batuan di dinding dalam pada kawah mengalami alterasi. Namun demikian dari lubang tersebut tidak terdengar suara blazer. 
Tabel 1. Data meteorologi di Sekitar Pos Pengamatan G. Merapi
 


 
Seismik
 Dalam minggu ini kegempaan tercatat guguran sebanyak 41 kali dengan amplituda maksimum 35 mm durasi 50 detik,  gempa vulkanik terjadi sebanyak 1 kali dengan amplituda maksimum 40 mm durasi 15 detik. Aktivitas kegempaan dalam kategori normal dan relatif menurun dibandingkan minggu kemarin.
 
 
Gambar 2. Kegempaan Gunung Merapi bulan Januari  2013 – September 2014.
Deformasi   
    Hasil pengukuran deformasi EDM dari Pos Kaliurang reflektor 2 (RK2) fluktuatif antara
 -5 mm sampai dengan +1 mm, perhitungan akhir -11 mm  sedangkan reflektor Kaliurang 3 (RK3) memiliki nilai pengukuran fluktuatif antara -5 mm sampai dengan +2 mm dengan perhitungan akhir -6 mm. Gambar 3. menunjukkan grafik deformasi EDM dari reflektor Kaliurang 2 (RK2).
   Pengukuran deformasi EDM dari Pos Babadan reflektor 1 (RB1) fluktuatif antara -15 mm sampai dengan +11 mm, perhitungan akhir -4 mm  sedangkan reflektor Babadan 2 (RB2) memiliki nilai pengukuran fluktuatif antara -11 mm sampai dengan +11 mm dengan perhitungan akhir -4 mm.
   Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan 0.4 mikroradian dan sumbu Y (arah Utara-Selatan) memiliki -0.1 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 18,14 0C. Kemiringan pada sumbu X  (arah Utara-Selatan) pada tiltmeter Babadan memiliki perubahan kemiringan -0,1 mikroradian dan sumbu Y (arah Barat-Timur) +32.2 mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 18,69 0C. Gambar 4. menunjukkan grafik deformasi tilmeter stasiun Plawangan dan Gambar 5. menunjukkan grafik deformasi tiltmeter stasiun Babadan.
Deformasi tubuh G. Merapi yang dipantau secara instrumental baik dengan menggunakan EDM dan tiltmeter tidak menunjukkan perubahan yang signifikan.
 
Gambar 3. Hasil pengukuran  EDM Pos Kaliurang  Januari 2013 – September 2014
 
   Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2013 – September 2014,
sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara - Selatan).
 
  Gambar 5. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Babadan Januari 2013 – Sepetember 2014,
sumbu-X (arah Utara - Selatan) dan sumbu-Y (arah Barat-Timur).
 
 
Hujan dan Lahar
 
Pada minggu ini tidak terjadi hujan di pos-pos pengamatan. Lahar tidak terjadi di semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi.
 
 
 Gambar  6. Grafik hasil pengukuran curah hujan di pos-pos pengamatan Selo, Jrakah, Babadan, Ngepos dan Kaliurang hingga Januari 2013 – September  2014
 
 
II. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi dalam status “NORMAL”.
Rekomendasi :
    Dengan status aktivitas Gunung Merapi “NORMAL” kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
  1. Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara direkomendasikan hanya sampai di Pasar Bubar, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
  2. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 19 September 2014
a.n.  Kepala Pusat Vulkanlogi dan Mitigasi Bencana Geologi,Kepala BPPTKG



Drs. Subandriyo, M.Si
NIP 19620612 1 99003 1 001

sumber : @BPPTKG

Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

20 Sep 2014

Rakor Jalin Merapi di Magelang

Magelang – Status gunung Merapi memang normal.tetapi rasa ingin selalu belajar soal mitigasi bencana ,evaluasi mitigasi bencana yang sudah dilakukan melalui radio komunitas tetap tinggi dilakukan oleh para pegiat radio komuntas dilingkar merapi,yang tergabung dalam Jalin Merapi (Jaringan Informasi Lingkar Merapi) yang berbasis Radio Komunitas atau Lembaga Penyiaran Komunitas Menurut Undang-Undang.

Rapat koordinasi Jalin Merapi yang dilaksanakan Sabtu,20 September 2014 yang berlokasi di Radio Komunitas K FM yang beralamatkan di komplek MTS Aswaja Dukun,Dsn.Tegalsari,Desa Dukun,Kecamatan Dukun,Kabupaten Magelang,Wilayah sisi Barat merapi.

Rakor yang di hadiri perwakilan crew dari radio Komunitas K FM sendiri,Rakom Lintas Merapi (Klaten),Rakom Gema Merapi ( Sleman ),Rakom Gema Swara (Srumbung,Magelang),Rakom MMC FM(Selo,Boyolali),beserta Ketua JRKI Pusat Sinam.M.Sutarno beserta beberapa staf dan jajaran JRKI Iman Abda dan Rinaldi , Junichi dari FMYY ( Rakom FMYY dari Jepang) dan Vice President for Southeast Asia Region di AMARC Asia Pacific Imam Prakoso.

Rakor yang dimulai dengan makan siang pukul 12.00 wib di rumah salah satu crew rakom k fm di samping studio,dilanjutkan diskusi di ruang perpustakaan samping studio K FM. Diskusi awal memberikan waktu untuk masing-masing perwakilan radio komunitas  untuk update perkembangan kondisi dan keberjalanan masing-masing radio komunitas saat ini. Dilanjutkan diskusi untuk menceritakan dan evaluasi sejarah radio komunitas,dan kegiatan apa saja yang telah dilakukan selama berdiri menghadapi bencana meletus gunung merapi melalui radio komunitas kegiatan On Air maupun Non Air.

Diskusi yang di moderatori oleh Imam Prakoso ini dilanjutkan evaluasi dan langkah yang akan dilakukan kedepan oleh radio komunitas untuk sinergikan dengan pihak-pihak terkait penanggulangan bencana daerahnya masing-masing. Khususnya disenergikan dengan pemerintahan daerah,di akui keberadaannya namun belum jelas posisi dan tukposinya sebagai apa yang harus segera di gali dan di musyawarahkan bersama.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 18.00 wib ini meninggalan sedikit agenda soal pendakian massal gunung merapi bersama jalin merapi yang rencana akan diadakan tanggal 18-19 Oktober 2014,untuk teknis dan sistem nanti akan dibicarakan sambil jalan melalui sosial media. Dan soal persiapan JMR (Jagongan Media Rakyat) di Yogyakarta.

Untuk rakor berikutnya di rencanakan di Rakom Gema Merapi di Cangkringan,Sleman ,Yogyakarta.

Bayu Sapta Nugraha-Rakom K FM Magelang
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

18 Sep 2014

Pabrik Pemecah Batu Merapi di Segel

Magelang – Material merapi yang melimpah di sekitaran gunung merapi berupa batu dan pasir ini memang sangat mengiurkan para pemilik modal untuk memanfaatkannya. Namun usaha yang bisa dikatakan ilegal ini dan menggunakan alat berat untuk mencari bahan bakunya tentunya melanggar pertauran yang sudah di tentukan.

24 Mei 2014

Jenazah Tanpa Identitas Di Temukan DI Hutan Merapi

Magelang – Penemuan jenazah tidak di kenal di lereng Merapi menghebohkan warga Gemer,Ngargomulyo,Dukun. Jenazah tanpa identitas ini di ketemukan oleh warga di hutan merapi tepatnya di wilayah TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi).

23 Mei 2014

Status Merapi Kembali Normal

Merapi - Setelah beberapa waktu status merapi di level 2 atau waspada karena tingkat kegempaan masih sering terjadi, namun sore ini status merapi sudah kembali normal.

Setelah kemarin Kamis, 22 Mei 2014 tim BPPTKG melakukan pendakian ke puncak merapi untuk melakukan kajian terhadap keadaan gunung merapi.

Sore ini 23 Mei 2014 pukul.15.48 wib status merapi resmi di turunkan menjadi Normal. Menurut sumber informasi di group Whats App Merapi dari salah satu tim BPPTKG Gus Cholik menginformasikan "Status
Aktivitas Merapi turun dari Waspada
menjadi Normal sore ini".

17 Mei 2014

Koordinasi Forum Rembug Lintas Merapi

Hasil rapat evaluasi dan koordinasi Forum Rembug Lintas Merapi, Hari Kamis 15 Mei 2014, di Ponpes Nailul Muna Randukuning Gus Alfan, sbb :
Berdasarkan teleconfrence forum yang diwakili oleh Ustd. Zuhaery dengan setda (bapk. Agung Trijaya) disaksikan forum dan direkam, point utamanya adalah bahwa penertiban yg dilakukan dalam rangka penegakkan perda, yang ditertibkan adalah alat berat tidak boleh beroperasi di wilayah tambang di Kab. Magelang SELAMANYA, tidak sementara, bukan karena ada hajat nasional hari raya waisak dll, pertambangan tetap dibuka khusus untuk manual yang berizin, dan akan terus dilakukan penertiban secara terpadu.
Brangkat dri hal tersebut, hasil pertemuan menyimpulkan beberapa point sebagai berikut :
1. Mengapresiasi PEMDA atas penertiban yg dilakukan walau belum maksimal dan mendorong PEMDA untuk tidak hanya sebatas penertiban akan tetapi perlu adanya tindakan hukum sebagai wujud penegakkan hukum (law enforcement) pada pelaku penambangan ilegal agar kedepan tidak terjadi hal yg sama
2. Akan terus memonitor pertambangan di lereng merapi, berdasarkan isu dan berita yg didapat bahwa para penambang akan tetap melakukan penambangan dg alat berat, maka Forum akan melakukan monitoring dan pengawasan, yang hasilnya akan ditindak lanjuti berupa laporan resmi kepada PEMDA dan menjadi dasar forum untuk merancang agenda selanjutnya
3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa izin pertambangan manual sudah dibuka, hal ini guna menghindari konflik benturan di masyarakat bawah yg selama ini menggantungkan perekonomiannya dengan pertambangan, karena sudah ada indikasi pengusaha/penambang alat berat melakukan sosialisasi keliru kepada masyarakat bahwa pertambangan di tutup TOTAL..
4. Melakukan advokasi penambang manual dalam rangka memperoleh izin penambangan
5. Melakukan sosialisasi terpadu khusus untuk masyarakat wilayah desa krinjing dan mangunsuko terutama kepada aparat pemdes agar menyadari persoalan2 sosial dan lingkungan terkait pertambangan galian C dg alat berat.
6. Berkoordinasi dengan kecamatan untuk segera melakukan sosialisasi penyadaran lingkungan hidup kepada aparatur pemerintahan desa.
7. Melakukan komunikasi dengan kecamatan2 lain wilayah pertambangan (Sawangan, dukun, srumbung dan salam) agar tercipta kesamaan sikap dan gerakan
8. Terus melakukan konsolidasi kebawah, menyamakan persepsi terkait khususnya pertambangan dan lingkungan hidup lereng merapi pada umumnya.
Demikian point2 yg dihasilkan pada pertemuan hari kamis 15 Mei 2014, semoga menjadi gambaran umum untuk melakukan langkah dan gerakan selanjutnya,, adapun wacana yg berkembang adalah kita akan melihat perkembangan dalam beberapa hari kedepan jika isu dan kabar bahwa pertambangan kembali beroperasi dg alat berat maka forum memutuskan utk kembali rembug dengan agenda merumuskan bentuk aksi kegiatan..
Terima kasih...
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

AKTIVITAS GUNUNG MERAPI Tanggal 9 - 15 Mei 2014

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 9 - 15 Mei 2014 
I. HASIL PENGAMATAN
     Cuaca cerah umumnya teramati pada pagi, sore hingga malam hari, sedangkan siang hari mendung dan berkabut. Asap Solfatra berwarna putih, tipis sampai tebal dominan tebal, tekanan lemah, tinggi maksimal 350 m terukur tanggal 12 Mei 2014 jam 06.06 dari Pos Ngepos. Suhu udara di Pos-pos Pengamatan G. Merapi berkisar antara 16 – 31 oC, kelembaban 50 – 98 % RH, kecepatan angin maksimum 14,8 km/jam, dan arah angin dominan dari Utara dan Timur. Suara dentuman pada minggu ini terdengar 6 kali dari Pos Kaliurang, 9 kali dari Pos Jrakah dan 7 kali dari Pos Babadan.
Gambar 1.  Foto G. Merapi dari Pos Jrakah, diambil pada tanggal 15 Mei 2014. Tampak asap solfatara berwarna putih tipis, bertekanan lemah dilihat dari lereng utara.   

    Pada periode minggu ini, rekaman seismogram didominasi gempa tektonik yakni sebanyak 58 kali. Kegempaan yang lain tercatat guguran sebanyak 64 kali, MP sebanyak 19 kali, gempa LF 1 kali, gempa LHF 1 kali. Secara umum aktivitas kegempaan minggu ini menurun terhadap aktivitas minggu sebelumnya.
Gambar 2. Kegempaan G. Merapi bulan Januari  2013 – Mei 2014
Deformasi   
     Deformasi di G. Merapi berdasarkan data EDM (Electronic Distance Measurement) dilakukan pengukuran dari pos-pos pengamatan (Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor, RK2 dan RB3. Hasil pengukuiran deformasi EDM dari Pos Kaliurang2(RK2) tanggal 8 sampai dengan 16 Mei 2014 terukur 9 kali, fluktuatif antara – 9mm sampai dengan + 12 mm, perhitungan akhir – 7 mm (0,7 mm/hari). Reflektor Babadan 3 (Rb3) terukur 9 x terjadi fluktuasi antara – 7 mm sampai dengan + 6 mm hasil perhitungan akhir 0 (tetap). Adapun terhadap minggu sebelumnya, pada minggu ini kisaran jarak naik sekitar 35 mm seperti yang tampak pada Gambar 3. Namun demikian, kenaikan ini belum menunjukkan tren tertentu sebagai sebuah indikasi aktivitas magma.
     Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan -0,2 dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan -0,2  mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 20,07 0C. Tiltmeter di Stasiun Babadan pada minggu ini menunjukkan adanya perubahan kemiringan pada sumbu X. Sumbu-X (arah Utara-Selatan) memiliki perubahan kemiringan -5,8 mikroradian dan sumbu-Y (arah Barat-Timur) tidak memiliki perubahan kemiringan 0 (tetap).
Secara umum data deformasi belum menunjukkan adanya inflasi ataupun deflasi yang berarti.

Gambar 3.  Hasil pengukuran  EDM Pos Jrakah, Kaliurang dan Babadan, Januari 2013 – Mei 2014 




Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari 2013 – Mei 2014,sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
Gambar 5. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Babadan Januari 2013 – Mei 2014, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).

Hujan dan Lahar
Tercatat pada minggu ini hujan masih terjadi di setiap pos. Intensitas curah hujan tertinggi sebesar 50 mm/jam, selama 110 menit terjadi di pos Ngepos pada tanggal 13 Mei 2014. Walaupun hujan masih terjadi, namun intensitas hujan masih rendah sehingga tidak menimbulkan adanya lahar di sungai yang berhulu di G. Merapi.
 Gambar  6. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2013 – Mei 2014
II. KESIMPULAN DAN SARAN
 Berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan G. Merapi secara instrumental dan visual, disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi menunjukkan peningkatan. Dengan meningkatnya aktivitas tersebut, maka terhitung mulai tanggal 29 April 2014 pukul 23.50 WIB, status aktivitas G. Merapi dinaikkan dari tingkat “NORMAL” menjadi “WASPADA”.
Rekomendasi
    Dengan peningkatan status aktivitas G. Merapi dari “NORMAL” menjadi “WASPADA”  kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana G. Merapi direkomendasikan sebagai berikut :
1.    Kegiatan pendakian G. Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.
2.    Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitasG. Merapi akan segara ditinjau kembali.
3.    Masyarakat agar tidak terpancing  isu-isu mengenai erupsi G. Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan G. Merapi terdekat melalui
       radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz atau ke kantor BPPTKG, jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514180-514192
4.    Pemerintah daerah direkomendasikan untuk mensosialisasikan kondisi G. Merapi saat ini kepada masyarakat.
Demikian  kami sampaikan, atas perhatian dan kejasamanya, kami ucapkan terima kasih. 
@BPPTKG
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .

11 Mei 2014

Update info Merapi 11 Mei 2014

Berikut kami sampaikan Laporan aktivitas G. Merapi 11 Mei 2014
Cuaca cerah diseputar pos PGM terjadi pada pagi, sore dan malam hari. Sementara siang hari dominan mendung dan berkabut.
Asap solfatara berwarna putih tipis, tekanan lemah, tinggi asap maksimum 150 m, condong ke barat pada pukul 06.00 WIB teramati dari Pos PGM Babadan.
Suhu udara berkisar 16.2-31.6 •C, Kelembaban udara 54-97 %RH, Kecepatan angin 0-9.7 km/jam, tekanan udara 688.7-836.9hpa.
Kegempaan 11 Mei 2014:
Guguran 10x, Tektonik 8x, Tele 2x. 12 Mei 2014 jam 00.00-07.00 WIB: Tektonik 2x
Status WASPADA
Demikian laporan kami sampaikan, terimakasih.
Via:  BPPTKG

Streaming K FM

Artikel Sering Dikunjungi

 
Copyright © 2011. Rakom K FM MAGELANG: merapi . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News