RADIO KOMUNITAS K FM MAGELANG
GAWE ADEM LAN AYEM
Jln.Muntilan-Dukun,Km 5,Komplek Lantai 2 MTS Aswaja Dukun,Kecamatan Dukun

17 Mei 2014

Koordinasi Forum Rembug Lintas Merapi

Hasil rapat evaluasi dan koordinasi Forum Rembug Lintas Merapi, Hari Kamis 15 Mei 2014, di Ponpes Nailul Muna Randukuning Gus Alfan, sbb :
Berdasarkan teleconfrence forum yang diwakili oleh Ustd. Zuhaery dengan setda (bapk. Agung Trijaya) disaksikan forum dan direkam, point utamanya adalah bahwa penertiban yg dilakukan dalam rangka penegakkan perda, yang ditertibkan adalah alat berat tidak boleh beroperasi di wilayah tambang di Kab. Magelang SELAMANYA, tidak sementara, bukan karena ada hajat nasional hari raya waisak dll, pertambangan tetap dibuka khusus untuk manual yang berizin, dan akan terus dilakukan penertiban secara terpadu.
Brangkat dri hal tersebut, hasil pertemuan menyimpulkan beberapa point sebagai berikut :
1. Mengapresiasi PEMDA atas penertiban yg dilakukan walau belum maksimal dan mendorong PEMDA untuk tidak hanya sebatas penertiban akan tetapi perlu adanya tindakan hukum sebagai wujud penegakkan hukum (law enforcement) pada pelaku penambangan ilegal agar kedepan tidak terjadi hal yg sama
2. Akan terus memonitor pertambangan di lereng merapi, berdasarkan isu dan berita yg didapat bahwa para penambang akan tetap melakukan penambangan dg alat berat, maka Forum akan melakukan monitoring dan pengawasan, yang hasilnya akan ditindak lanjuti berupa laporan resmi kepada PEMDA dan menjadi dasar forum untuk merancang agenda selanjutnya
3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa izin pertambangan manual sudah dibuka, hal ini guna menghindari konflik benturan di masyarakat bawah yg selama ini menggantungkan perekonomiannya dengan pertambangan, karena sudah ada indikasi pengusaha/penambang alat berat melakukan sosialisasi keliru kepada masyarakat bahwa pertambangan di tutup TOTAL..
4. Melakukan advokasi penambang manual dalam rangka memperoleh izin penambangan
5. Melakukan sosialisasi terpadu khusus untuk masyarakat wilayah desa krinjing dan mangunsuko terutama kepada aparat pemdes agar menyadari persoalan2 sosial dan lingkungan terkait pertambangan galian C dg alat berat.
6. Berkoordinasi dengan kecamatan untuk segera melakukan sosialisasi penyadaran lingkungan hidup kepada aparatur pemerintahan desa.
7. Melakukan komunikasi dengan kecamatan2 lain wilayah pertambangan (Sawangan, dukun, srumbung dan salam) agar tercipta kesamaan sikap dan gerakan
8. Terus melakukan konsolidasi kebawah, menyamakan persepsi terkait khususnya pertambangan dan lingkungan hidup lereng merapi pada umumnya.
Demikian point2 yg dihasilkan pada pertemuan hari kamis 15 Mei 2014, semoga menjadi gambaran umum untuk melakukan langkah dan gerakan selanjutnya,, adapun wacana yg berkembang adalah kita akan melihat perkembangan dalam beberapa hari kedepan jika isu dan kabar bahwa pertambangan kembali beroperasi dg alat berat maka forum memutuskan utk kembali rembug dengan agenda merumuskan bentuk aksi kegiatan..
Terima kasih...
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .
Share this article :