LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
TANGGAL 1 - 7 November 2013
TANGGAL 1 - 7 November 2013
I. HASIL PENGAMATAN
Pada
minggu ini, cuaca cerah di sekitar G. Merapi umumnya teramati pada
pagi, siang, sore, dan malam hari yang terjadi secara singkat. Hujan
mulai terjadi di pos-pos pengamatan. Asap solfatara terlihat berwarna
putih, tipis hingga tebal bertekanan lemah. Dominan putih tebal,
bertekanan lemah. Tinggi maksimum 400 m condong ke Barat pada pukul
07.40 WIB teramati di Pos Babadan pada tanggal 6 November 2013.
Kegempaan di G. Merapi tercatat gempa guguran sebanyak 29 kali, MP 3 kali, tektonik 8 kali, VB 3 kali dan LHF 10. Guguran yang terjadi memiliki amplitudo maksimal 25 mm dan durasi 45 detik, LHF Amplitudo maksimal 10 mm dan Durasi 12 detik, VB amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 10 detik. Pada minggu sebelumnya, gempa guguran tercatat 78 kali, MP 2 kali, gempa tektonik 5 kali dan LHF 2 kali. Melihat jenis dan jumlah gempa yang terjadi menunjukan bahwa aktivitas G. Merapi dalam keadaan normal.
Gambar 1. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari – November 2013
Deformasi
Gambar 2. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan, dan Selo Bulan Januari – November 2013
Data
pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada
minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang
signifikan. Sumbu-X (arah Barat-Timur) memiliki kemiringan -0,2
mikroradian dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan) memiliki kemiringan 0,8
mikroradian, sedangkan suhu alat rata-rata 20,54 °C.
Gambar
3. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun plawangan November 2013, sumbu-X
(arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan).
Hujan dan Lahar
Hujan
di sekitar G. Merapi terjadi dalam minggu ini tercatat disemua Pos
pengamatan dengan intensitas curah hujan tertinggi 20 mm/jam selama 40
menit tercatat di pos Ngepos pada tanggal 4 November 2013.
Gambar 4. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari – November 2013
II. KESIMPULAN DAN SARAN
- Berdasarkan hasil pengamatan, aktivitas G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”.
- Kegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas dan abu vulkanik yang bisa terjadi setiap saat.
- Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.
@BPTTKG
Silahkan di komentari menurut pendapat anda,karena komentar anda sangat bermanfaat bagi kami .